AGAMA TAO & KHONGHUCU
Selasa, 22 Mei 2012
Resume X
Resume
Nama : Elita Karlina
Nim :1110032100017
Dosen : Hj. Siti Nadroh, M.Ag
Pa.A
Makalah : X
Judul :
Etika dalam agama Khonghucu
Etika dalam pengertian Umum (Ensklopedia Indonesia 1980), etika
diartikan sebagai ilmu tentang kesusilaan, yang menentukan bagaimana patutnya
manusia hidup dalam masyarakat. Sedangkan Professor Dr. lin Yu Tang, dalam
bukunya yang berjudul “My Country and My People”, 1936, mengartikan
bahwa moral konfusiani itu sebagai “Upaya manusia untuk memperoleh
kebijakan dalam garis-garis kebijaksanaan dan berperilaku sebagai raja.
Untuk mengenal ajaran etika Khonghucu secara mendalam, maka kita
harus mengenal apa yang disebut dengan San Kang (tiga hubungan tata
karma), Ngo Lun (Lima norma kesopanan dalam masyarakat ), Pa Te (Delapan
sifat mulia atau delapan kebijakan ), pentingnya nilai belajar bagai manusia
dan etika terhadap makluk halus.
1. San kang (tiga hubungan
tata karma)
Pengertian dari San Kang atau tiga hubungan tata karma ini adalah :
a. Hubungan raja dengan menteri atau atasan
dengan bawahan
b. Hubngan orang tua dengan anak
c. Hubungan suami dengan istri
2. Ngo Lun (lima norma kesopanan dalam
masyarakat)
Ngo Lun itu juga disebut sebagai Wu Luen, yang artinya juga “lima norma
kesopanan dalam masyarakat”. Baik Ngo Lun, maupun Wu Luen,
mempunyai arti yang sama.
Dalam San
Kang dibicarakan tentang: (1) Hubungan raja dengan menteri atau hubungan
atasan dengan bawahan, (2) Hubungan Ayah dengan anak, (3) hubungan suami dengan
istri. Dalam Ngo Lun, ketiga hubungan tersebut ditambah dengan dua
hubungan lagi yaitu : (1) Hubungan saudara dengan saudara dan (2) Hubungan
teman dengan teman.
a. Hubungan saudara dengan saudara
b. Hubungan teman dengan teman
3. Sifat-sifat mulia dalam ajaran
khonghucu
1) Wu Chang (lima sifat yang mulia)
lima sifat mulia atau sifat dasar keluhuran budi
Tzu-chang bertanya kepada Kong Hu Cu tentang keluhuran budi. Kong Hu Cu
menjawab, “ia yang dapat memasukan lima hal ke dalam kebiasaan di mana pun di
bawah langit akan menjadi orang yang berbudi luhur.” Tzu-Chang terus bertanya
apa saja kelima hal tersebut, dan ia menjawab, “kesopanan, kemurahan hati,
kesetiaan, ketekunan, dan kebaikan hati. Bila kamu berlaku sopan, kamu tidak
akan dihina; bila kamu murah hati kamu akan memenangkan orang banyak; bila kamu
setia, orang lain akan mempercayaimu; bila kamu tekun, kamu akan berhasil; dan
bila kamu baik hati, kamu akan memimpin orang lain.” (A 17.6).
Lima sifat yang mulia (Wu Chang) terdiri dari:
a) Pengertian Ren/Jin/Jen: (cinta kasih)
b) Pengertian I/Gi : solidaritas
c) Pengertian Li/Lee : sopan
santun
d) Pengertian Ce/Ti (bijaksana)
e) Pengertian Sin : dapat
dipercaya
2) Pengertian Pa Te (delapan sifat mulia)
a) Siau/Hau
b) Thi/Tee
c) Cung/Tiong
d) Sin
e) Lee/Li
f) I/Gi
g) Lien/Liam
h) Che/Thi
3) Chun Tzu atau kuncu menurut pandangan
konghucu
Setelah seseorang dapat melaksanakan San Kang, Ngo Lun, Wu Chang, dan Pa
Te. Maka ia akan sampai pada pengertian manusia yang ideal yang oleh
khonghucu disebut Chun Tzu atau kuncu (manusia budiman).
Ini dapat di wujudkan melalui pengembangan watak dan moral yang baik
berdasarkan ajaran khonghucu. Chun tzu merupakan salah satu tujuan dari hidup
manusia
Resume IX
Resume
Nama : Elita Karlina
Nim : 1110032100017
Dosen : Hj. Siti Nadroh, M. Ag
Pa.A
Makalah : IX
Judul :
- Ajaran Tentang Tuhan
Agama Konghucu adalah agama monoteis, percaya
hanya pada satu Tuhan, yang biasa disebut Tian, Tuhan Yang Maha Esa atau
Shangdi (Tuhan Yang Maha Kuasa). Tuhan dalam konsep Konghucu tidak dapat
diperkiarakan dan ditetapkan. Dalam Yijing dijelaskan bahwa Tuhan itu Maha
Sempurna dan Maha Pencipta (Yuan) ; Maha Menjalin, Maha Menembusi dan Maha
Luhur (Heng) ; Maha Pemurah, Maha Pemberi Rahmat dan Maha Adil (Li), dan Maha
Abadi Hukumnya (Zhen).
·
Thian
Li
Thian adalah Tuhan Yang Maha Esa atau sesuatu yang
absolut, yang mutlak dab tidak dijadikan oleh siapa pun.
·
Thian
Ming
Thian Ming dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah
dijadikan atau sesuatu yang telah terjadi. Pangeran Chou pernah mengajarkan Thien
Ming, yang isinya bahwa Thien memberikan ketetapan kepada seseorang untuk
memimpin bangsa atau negara. Artinya bahwa seorang manusia harus menjalankan
tuga dan kewajibannya sesuai dengan kehendak Tuhan atau Thian
Pengertian dari Thian Li dan Thian Ming ini tidak jauh
berbeda artinya, Thian Ming lebih mengarahkan kepada perbuatan yang dilakukan
kepada manusia sesuai dengan amanat atau perintah dari Thian.
B. Ajaran Tentang
Keimanan .
Keimanan kaum Kong Hu Cu (Konfusius) tidak lepas
dari kitab suci agama itu sendiri yang diyakini ditulis oleh Konfusius sendiri
yaitu :
- Shu Ching, Buku tentang sejarah.
- Shing Ching, yaitu buku tentang puisi, yaitu kumpulan sajak-sajak yang popular yang ditulis lima ratus tahun pertama dari dinasti Chan.
- Yi Ching, Buku tentangperubahan-perubahan.
- Li, Chi, buku tentang upacara-upacara
- Yeo, buku tentang music.
- Chu`un Ch`ii, tentang sejarah musim semi dan musim rontok, yaitu catatan kronologis tentang peristiwa-peristiwa di negri Lu mulai tahun pertama pemerintahan pangeran Yiu (722 S.M) hingga tahun keempat belas dari pemerintahan pangeran Ai (481 S.M).
Dalam agama Kong Hu Cu ada yang disebut pengakuan Iman,atau jalan kebahagiaan diantaranya ada delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu:
1.
Sepenuh
Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian)
2.
Sepenuh
Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De)
3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li
Ming Ming)
4.
Sepenuh
Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen)
5. Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao
Shi)
6. Sepenuh Iman
mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo)
7. Sepenuh Iman memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing
(Cheng Qin Jing Shu)
8. Sepenuh Iman
menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao)
C. Ajaran Tentang
Hidup Setelah Mati
Konghucu
berkata :
Langganan:
Komentar (Atom)



