Selasa, 22 Mei 2012

Resume VIII


Resume
Nama   : Elita Karlina
Nim     : 1110032100017
Dosen  : Hj. Siti Nadroh, M. Ag
Pa.A
Makalah          : VIII
Judul               : 

            Riwayat Hidup Konghucu dan Kitab Suci Agama Khonghucu
Bangsa Tiongkok dikenal sebagai bangsa yang memiliki adat- istiadat kehidupan masyarakat dalam beberapa hal :
  1. Sangat mengagungkan kepercayaan terhadap hal- hal ghaib, roh – roh serta para leluhurnya. Dengan kata lain, mereka berfaham animisme (serba roh).
  2. Sangat menjunjung tinggi etika serta upacara – upacara dalam hidup bermasyarakat.
  3. Sangat mementingkan kehidupan mental daripada material (kebendaan).
I.          Pandangan Hidup Bangsa Tiongkok Kuna
Untuk mengetahui bagaimana pandangan hidup bangsa Tiongkok kuna pada masa itu, dapat diketahui melaui gambaran yang dikemukakan oleh seorang sarjana Tiongkok bernama Dr. Lin Yu Tang yang menyatakan bahwa “Budi” itu adalah kekuatan yang mencari keselarasan dengan dunia sekitarnya yaitu suatu sikap kejiwaan yang terpuji dalam keseluruhan bentuk hidup yang luas sesuai dengan hukum dunia yang paling tinggi yakni hukum Tao. Lidah manusia tidak mampu merumuskan dengan kata – kata apapun juga tentang Tao itu. Sikap kejiwaan yang demikian itu dapat membuka diri pribadi mereka. Tiongkok mempunyai tiga macam agama, ketiganya merupakan satu agama. Ketiga agama tersebut adalah Kunfucianisme, Taoisme dan Budhisme
II.          Riwayat Hidup Khonghucu
  • Masa Kecil dan Masa Muda Khonghucu
Khonghucu (Confusius) lahir d kota Tsou, di negeri Lu, istrinya berasal dari seorang wanita dari keluarga Yen.
Sewaktu Khonghucu berusia tiga tahun, bapanya meninggal dunia. iapun diasuh dan dibesarkan oleh ibunya. Guru guru yang mengajarnya sangat memujikan kecerdasan Khonghucu. Pada usia tujuh tahun Khonghucu secara formal bersekolah di perguruan Yan Ping Tiong, Pendidikan formal Khonghucu hanya berlangsung selama tujuh tahun dan setelah itu ( pada saat usianya 15 tahun) ia terpaksa menuntut ilmu di luar sekolah. Oleh sebab itu, pada usianya 17 tahun ia terpaksa meninggalkan sekolah untuk bekerja demi meringankan pekerjaan ibunya.
Pada usia 19 tahun, Khnghucu menikah dengan seorang gadis dari keluarga Kian- Kwan dari negeri Song. Dari pernikahan tersebut, ia mendapatkan seorang anak laki – laki yang diberi nama Li atau Pik Gi.
Ketika Khonghucu berusia 20 tahun, ia bekerja pada keluarga bangsawan besar Kwi-sun. Di keluarga bangsawan besar Kwi-sun, Khonghucu diberi tugas sebagai kepala dinas pertanian. Keberadaan Khonghucu pada kepala keluarga bangsawan besra Kwi- sun tidak hanya sebagai pemimpin dinas pertanian tapi juga diserahi tugas untuk memimpin dinas peternakan yag sudah cukup lama mempunyai masalah. Penyerahan tugas baru oleh kwi-sun pada Khonghucu ini tentu saja tidak terlepas dari keberhasilannya dalam memimpin dinas pertanian milik keluarga bengsawan besar tersebut. Tugas baru ini ia terima dengan senang hati dan dengan kesungguhan hati pula ia menyelesaikan berbagai masalah yang ada dalam dinas peternakan itu.
  • ·      Karir Sebagai Guru
Nama Khonghucu makin harum dan para pelajar lambat laun makin berduyun dating untuk belajar dari seluruh wilayah Lu, dan juga dari berbagai wilayah di luar Lu. Sewaktu usianya 34 tahun maka para pelajar pada perguruannya itu sudah berjumlah lebih 3.000 orang.
Wazir besar wilayah Lu menganjurkan puteranya supya belajar kepada Khonghucu. Melalui pitra wazir besar itu, maka Khonghucu pada akhirnya berkenalan dengan Duke of Lu hal itu makin menambah harum nama ahli pikir muda itu.
Sekitar 498 SM, Konfusius memutuskan untuk meninggalkan rumahnya di Lu dan memulai perjalanan panjang di seluruh China timur. Ia disertai oleh beberapa orang muridnya (pengikut). Mereka mengembara di seluruh negara timur Wei, Sung, dan Ch'en dan dalam beberapa kali kehidupan mereka terancam. Konfusius hampir dibunuh di Sung.
  • Keberhasilan Khonghucu dalam Memimpin
Khonghucu tidak hanya teguh dalam pendiriannya, menjadi teladan bagi semua orang, jujur, hidup sederhana, memberikan nasehat pada orang lain, dan selalu berada di jalan suci, tapi juga bnerhasil menegakkan program pemerintah, sehingga dalam waktu yang begitu cepat, ia dapat menciptakan masyarkat adil dan makmur. Semua golongan masyarakat memperoleh pekerjaan dan pendidikan yang dapat dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat. Untuk itu, dalam waktu yang relative singkat dapat dibangun kesadaran moral yang tinggi, tidak penipuan, pemalsuan, korupsi dan sebagainya. Dengan demikian, wajarlah jika daerah Tiongto yang dipimpin oleh Khonghucu menjadi darah teladan. Dengan kenberhasilannya itu, Khonghucu diangkat menjadi gubernur di daerah Tiongto, Khonghucu tidak bekerja sendiri, ia dibantu oleh para muridnya. Berkat kerja sama ynag baik antara antara pimpinan dengan bawahannya, atau antara guru dengan murid, daerah tersebut menjadi makmur dan berjalan sesuai dengan kaedah – kaedah normal.
III.          Kitab Suci Agama Konghucu (Ngo King, Su Si dan Hau King)
Kitab suci merupakan suatu pedoman agama bagi para pengikut suatu agama. Tanpa kitab suci, sulit bagi kita untuk mengetahui kebenaran ajaran suatu agama. Kitab suci suatu agama adalah kitab yang berisikan ajaran moral yang dapat dijadikan pandangan hidup bagi para pengikutny.
1.    SU SI / Shi Su / Empat Buku
  • KITAB THAI HAK / Da Xue / Kitab Ajaran Besar.    
  • KITAB TIONG YONG / Zhong Yong / Kitab Tengah Sempurna
  • KITAB LUN GI / Lun Yu / Kitab Sabda Suci.
  • KITAB BINGCU / Mencius / Kitab Bingcu..





2.        NGO KING (Lima Kitab)
  • SIE KING / SHI JING / KITAB SAJAK 
  • SU KING / Shu Jing / Kitab Hikayat    
  • YA KING / Yi Jing / I Ching / Kitab Perubahan.
  • Li Chi / buku tentang upacara – upacara. 
  • Yeo / Buku tentang Musik
  • Chu’un Ch’ii / Sejarah Musim Semi dan Musim Rontok 
3.        HAUW KING / Xiao Jing / Kitab Bakti.
Ditulis oleh Cingcu, murid Nabi Khongcu yang terdiri dari 18 Bab. Berisi percakapan Nabi Khongcu dengan Cingcu. Merupakan Ajaran tentang Berbakti dan Memuliakan Hubungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar